Minggu, 20 Maret 2016

90 Persen Ijin Tambang Tak Penuhi Syarat




·  



JEMBER - Hampir 90 persen ijin pertambangan yang telah dikeluarkan pemerintah daerah di Jawa Timur, tidak memenuhi syarat sesuai amanah undang – undang. Sebelum terbitnya Undang – Undang nomor 32 tahun 2014, tentang Pemerintah Daerah, kewenangan pemberian ijin diberikan kepada masing – masing Pemerintah Daerah.
Terhitung sejak tahun 2016, kewenangan pengeluaran ijin pertambangan di daerah diserahkan kepada Pemrov. Hal ini langsung direspon oleh DPRD Jawa Timur. Mereka membentuk Panitia Khusus (Pansus) tambang.
Anggota Pansus Tambang DPRD provinsi Jawa Timur, Miftahul Ulum, mengatakan, temuan banyaknya ijin pertambangan yang tak memenuhi syarat didapat pansus saat berkunjung ke setiap daerah.
“Kami sebelumnya mendatangi Pemerintah Kabupaten - kota yang memiliki potensi tambang. Ijin tersebut dikeluarkan saat kewenangan perijinan masih menjadi wilayah pemerintah daerah. Berdasarkan analisis, hampir 90 persen ijin tambang yang ada tidak memenuhi syarat,” tegas Ulum usai menghadiri Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor (Konfercab GP Ansor) Jember, Minggu (20/3).
Politisi PKB ini menuturkan, ijin tambang yang dikeluarkan pemerintah daerah, terutama yang tidak memenuhi ketentuan, harus ditinjau ulang oleh Pemprov Jawa Timur. Selain itu, lanjutnya, pansus juga akan meminta kepada Pemprov Jawa Timur untuk memperketat proses perijinan penambangan yang akan dilakukan perusahaan. “Jika salah satu syarat tidak dipenuhi, maka Pemprov harus berani menolaknya,” tegasnya.
Terkait rekomendasi pansus pertambangan, sejauh ini pihaknya tengah menyusunnya. Selanjutnya, pansus akan segera menyampaikan kepada Pemprov Jawa Timur. Dia berharap rekomendasi tersebut akan dijalankan untuk perbaikan pelayanan. (awi)

Waspada Rekrutmen ISIS, BNP2TKI Kirim Ustad ke Luar Negeri





JEMBER – Mewaspadai perekrutan anggota organisasi radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengirimkan ustad untuk berceramah di luar negeri.
            Hal ini disampaikan Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, di sela kehadirannya dalam acara Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor (Konfercab GP Ansor) Jember, Minggu (20/3).
            “Sebelumnya, sudah ada dua TKI kita yang diindikasikan masuk ke dalam gerakan teroris di Korea. Untuk mengantisipasi itu terjadi, maka kami kirimkan ustad dari Indonesia untuk berceramah kepada TKI disana (luar negeri),” kata Nusron.
            Nusron menjelaskan, pihaknya saat ini memantau dan mewaspadai ancaman penyebaran gerakan radikal kepada TKI. Pasalnya, lanjut Nusron, berdasarkan laporan, ada beberapa TKI di Hongkong saat ini memakai atribut yang mengarah ke paham radikal. Hal ini dikhawatirkan akan berujung pada masukknya TKI dalam gerakan radikal tersebut.
            “Para TKI itu berangkat kan salah satunya untuk menghilangkan stres (depresi). Sesampai disana, langsung mendengarkan jeramah ajaran tersebut. Hal itu yang berbahaya untuk mereka dan perlu kita antisipasi,” jelas Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GP Ansor tersebut.
            Menurutnya, ada beberapa negara yang rawan menjadikan TKI sebagai pengikut organisasi ISIS, diantaranya Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan Hongkong. Bahkan, Nusron justru menyebut, TKI di Arab Saudi masih dalam kategori aman terjaring ajaran radikal tersebut.
            “Di negara – negara Asia Pasifik itu kebanyakan merupakan negara demokratis. Sehingga, ajaran apa saja leluasa untuk berkembang. Sedangkan di Arab Saudi, TKW tidak diperbolehkan keluar rumah dan untuk laki – laki sibuk dengan pekerjaannya. Sehingga sulit untuk terjaring ajaran radikal,” ujarnya.
            Oleh sebab itu, Nusron menegaskan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dan pemantauan kepara para TKI. Dia berharap, para TKI yang bekerja di luar negeri terbebas dari rekrutmen organisasi ISIS. (awi)

Ayub Junaidi Kembali Pimpin GP Ansor Jember


·

JEMBER – Ayub Junaidi kembali terpilih sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Jember periode 2016 – 2020. Dia terpilih secara aklamasi oleh 25 Pengurus Anak Cabang (PAC) yang ada di Jember, Minggu (20/3).
            Setelah terpilih, Ayub menegaskan, bahwa GP Ansor harus menjadi garda terdepan dari kalangan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) yang memberikan manfaat luas kepada masyarakat Jember
Pihaknya, juga menekankan agar setiap kader memegang teguh prinsip kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. “Setiap kader harus menjunjung tinggi bahwa NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah harga mati,” tegas legislator PKB Jember ini.


            Sementara itu, Bupati Jember, Faida yang sebelumnya menyampaikan sambutan, mengatakan, pemuda ansor di Jember harus diberdayakan. Pemkab Jember berjanji akan mengalokasikan anggaran untuk peningkatan SDM para pemuda di Jember, termasuk GP Ansor.
“Walaupun Cak Ayub saat Pilkada lalu berada di jalur yang berbeda dengan saya, namun sebenarnya beliau juga mendukung dan memberi motivasi kepada saya dalam membangun Jember,” kata Faida disambut tepuk tangan hadirin.
            Menurut Faida, Pilkada sudah usai, saatnya Pemkab Jember membangun sinergi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk GP Ansor. Faida menawarkan kepada Ayub untuk membangun koalisi baru non partai. “Tidak ada lagi koalisi satu dan koalisi dua. Saya menantang Ayub Junaidi agar kita bisa mewujudkan koalisi Jember. Ini untuk kebaikan Jember juga,” katanya.
            Namun, ajakan Faida ini belum ditanggapi oleh Ayub. Berdasarkan informasi sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember menegaskan berada di pihak opisisi pemerintahan di Jember hingga lima tahun mendatang. (awi)

Basis Ekonomi Jamaah Itu Akan Ada di Masjid



JEMBER - Dewan Masjid Kabupaten Jember merencanakan revitalisasi fungsi masjid di wilayah Kabupaten Jember. Gerakan tersebut sebagai upaya memakmurkan masjid yang mulai ditinggalkan masyarakat.
            Dewan masjid Jember banyak menyerap aspirasi masyarakat terkait fungsi masjid yang hanya untuk kegiatan keagamaan saja. Padahal, dengan banyak berkumpulnya jamaah di masjid, maka dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor lainnya.
            Ketua Dewan Masjid Kabupaten Jember, KH. Hawari Hamim, mengatakan, pihaknya akan berupaya keras agar masjid menjadi basis kegiatan masyarakat. Misalkan dengan mengadakan kegiatan - kegiatan sosial kesehatan dan peningkatan perekonomian masyarakat.
            “Kita sudah komunikasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Jember terkait hal ini. Kami merencanakan, untuk masjid besar di perkotaan, seperti Masjid Al Baitul Amin (Masjid Jamik) bisa menggelar donor darah setiap Jum’at,” kata Hawari.
            Kegiatan ini bisa dilakukan dengan menggandeng Dinas Kesehatan  (Dinkes) dan juga Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember. Selain donor darah, jamaah juga bisa memeriksakan kesehatannya melalui fasilitas kesehatan yang akan disediakan.
            “Maka dari itu, jika ini berhasil diterapkan di masjid jamik, kami juga berharap nantinya setiap kecamatan bisa menerapkan hal yang sama. Sehingga jamaah tidak hanya mendapatkan kesehatan rohani tetapi juga jasmani,” kata Hawari.
            Selain dari sektor kesehatan, Dewan Masjid  Jember juga mengusulkan sosialisasi kegiatan koperasi di setiap masjid kecamatan. Menurutnya, banyaknya jamaah yang selalu hadir dapat menjadi sarana penyaluran pendidikan ekonomi yang baik dari Pemkab Jember.
            “Di Jember beberapa telah berdiri Koperasi Pondok Pesantren. Tetapi masih belum menyeluruh. Untuk itu, kami berharap baik Ponpes maupun jamaah masjid bisa mendapatkan ilmu tentang koperasi. Karena ini juga menyangkut peningkatan kesehjahteraan umat,” katanya.
            Sebelumnya, Wakil Bupati Jember, KH. Abdul Muqit Arief, mengatakan, pihaknya setuju dengan digiatkannya pendirian Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) di Kabupaten Jember.

            Dia bersama Bupati Jember, Faida, berencana memperbanyak sosialasi yang berujung pada pendirian koperasi di setiap Ponpes di Jember. Harapannya, selain mendapatkan ilmu keagamaan, santri juga mendapatkan ilmu ekonomi yang berguna jika mereka terjun di masyarakat kelak. (awi)

Sabtu, 19 Maret 2016

Eksportir Tembakau Dilarang Ikut Tanam Tembakau



JEMBER - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM (Disperindag ESDM) Kabupaten Jember menekankan agar perusahaan dan eksportir rokok tidak melakukan penanaman tembakau dalam jumlah besar tahun 2016 ini.
Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Jember, Achmad Sudiono, mengatakan, jika perusahaan dan eksportir melakukan penanaman tembakau dalam jumlah besar, maka akan berdampak terhadap penyerapan tembakau milik petani.
Dalam peraturan daerah, perusahaan dan eksportir tembakau diperkenankan melakukan penanaman.Tetapi dalam jumlah terbatas. Itupun hanya untuk penelitian internal saja,” kata Achmad.
Ketentuan itu yakni penanaman maksimal seluas dua hektar per perusahaan. Namun, realita di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Pabrikan menggencarkan penanaman tembakau hingga puluhan hektar. Hasilnya, pabrikan dengan mudah memanen tembakau miliknya. “Sedangkan penyerapan tembakau milik petani berjalan lambat. Akhirnya, banyak tembakau petani yang tidak bisa terjual. Itu juga membuat harga jual tembakau petani anjlok,” katanya.
Sementara Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember, Jumantoro, menjelaskan, pihaknya mendukung kebijakan yang diambil Disperindag ESDM Kabupaten Jember.
“Tetapi kami harapkan hal itu bukan retorika belaka. Kami butuh aksi nyata. Karena memang seharusnya pabrikan itu bermitra dengan petani. Jadi, mereka membeli tembakau dari petani, bukan malah jadi pesaing petani,” kata Jumantoro.
Dia pun tak menginginkan harga jual tembakau di Kabupaten Jember tahun 2016 ini sama dengan dua tahun sebelumnya. Saat itu, harga jual tembakau kasturi di kisaran Rp 1 juta per kuintal. “Sedangkan tahun tahun sebelumnya masih normal di kisaran harga Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per kuintal,” jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi pada tembakau jenis rajangaan. Pada harga normal, tembakau rajangan dijual seharga Rp 30.000 per kilogram. Tetapi dua tahun terakhir harga jualnya hanya sekitar Rp 10.000 per kilogram. “Kami harapkan dengan kebijakan itu, harga jual tembakau petani bisa lebih bagus dibandingkan dua tahun terakhir ini,” pungkasnya. (awi)

Jumat, 18 Maret 2016

Bus Perintis, Andong Rejo – Tawang Alun Rp 12.000



JEMBER – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember telah mendapatkan dua tambahan armada bus untuk trayek perintis wilayah selatan Jember. Dua armada ini selanjutnya diujicoba jalan untuk mengakomodir kebutuhan warga sekitar trayek yang kosong dan yang membutuhkan tambahan armada.
                  Kabid Angkutan Dishub Jember, Siswanto, menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa dua armada bus jalur perintis. Trayeknya yakni Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo menuju ke Kecamatan Ambulu dan berakhir ke Terminal Tawang Alun Jember.
                  “Sebelumnya yang beroperasi ada satu unit saja dari Andongrejo ke ambulu PP. Tahun ini awal maret dapat tambahan pemerintah pusat berupa dua unit armada bus. Untuk saat ini masih menunggu surat surat bus yang lengkap,” kata Siswanto.
                  Dia menjelaskan, bus tersebut akan diujicoba dari Tawang Alun – Ambulu – Andongrejo PP. Berangkat mulai jam 06.00 WIB dari Tawang Alun dan berangkat lagi dari Andongrejo jam 12.00 WIB.
                  “Satu bus berangkat dari Tawang Alun. Satunya berangkat dari Desa Andongrejo. Jadi saling bertemu nanti di jalan. Begitu juga sebaliknya. Sedangkan untuk satu bus lainnya untuk pengembangan trayek yang kosong, seperti Ajung – Ambulu,” ungkapnya.
                  Siswanto menambahkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dia yakin bahwa tambahan dua armada tersebut akan disambut antusias masyarakat. Sementara ini, pihaknya mencatat ada sekitar 20 an penumpang per hari untuk satu armada bus perintis jalur tersebut.
                  “Penambahan armada ini juga merupakan permintaan dari warga sekitar. Karena disana kekurangan transportasi umun. Padahal mereka juga membutuhkan layanan transportasi umum yang murah,” kata Siswanto.

                  Untuk tarif perjalanan dari Desa Andongrejo ke Kecamatan Ambulu, setiap penumpang harus membayar tarif sebesar Rp 6.000. Sedangkan untuk Andongrejo menuju Tawang Alun, sebesar Rp 12.000 per penumpang. “Untuk pelajar harganya 50 persen dari tarif umum, yaitu Rp 3.000 sampai Rp 6.000 untuk trayek tersebut,” katanya. (awi)

Kamis, 17 Maret 2016

Mirfano Jabat Direktur PDP Lagi



JEMBER - Kepala Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Kabupaten Jember, Mirfano kembali menjabat sebagai Direktur Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember. Jabatan itu diterimanya per tanggal 13 Maret 2016 kemarin.
Mirfano yang juga pernah menjabat di posisi yang sama selama enam bulan itu ditunjuk oleh Bupati Jember, Faida untuk menduduki jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) BUMD Jember itu. Dia menggantikan Direktur Utama (Dirut) PDP Kahyangan sebelumnya, Sudjatmiko yang telah berakhir masa jabatannya.
Ketika dikonfirmasi per telfon, Kamis (17/3), Mirfano membenarkan kabar tersebut. Menurut Mirfano, dirinya mendapatkan tugas berat dari Bupati untuk melakukan penyelamatan terhadap PDP Kahyangan yang saat ini dalam kondisi kritis. “Untuk itu, dalam waktu tiga bulan kedepan, sesuai masa jabatan ini, saya akan fokus untuk melakukan perbaikan manajemen,” kata Mirfano.
Selain itu, dia juga diberikan amanat untuk segera menyiapkan proses rekrutmen Dirut PDP Kahyangan definitif. Dia juga menjelaskan, jika dilihat dari data yang ada sejak tahun 2011 hingga 2015, penurunan produksi di PDP Kahyangan tidak terlalu signifikan. “Hanya saja, faktor penurunan harga komoditas utama yaitu karet mencapai 60 persen. Ini yang menyebabkan PDP dalam posisi terpuruk,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan harga tersebut, Mirfano mengaku sudah memerintahkan staf bagian marketing. “Agar bersinergi dengan perusahaan perkebunan yang ada di Jember untuk mencari informasi pasar,” pungkasnya. (awi)